Latest Post

Hubungan Istimewa dalam Perpajakan PMK Terbaru: Rincian Penerapan PKKU dalam Transaksi Afiliasi
PPh 21 Terbaru

Baru-baru ini, pemerintah mengumumkan penerapan aturan baru terkait perhitungan PPh Pasal 21. Aturan ini teratur dalam PP Nomor 58 Tahun 2023 dan akan berlaku mulai 1 Januari 2024. PPh Pasal 21 adalah pajak yang harus terbayarkan oleh Wajib Pajak orang pribadi di dalam negeri atas penghasilan yang diterima dari pekerjaan, jasa, atau kegiatan lainnya seperti gaji, upah, honorarium, tunjangan, pensiun, dan sebagainya.

Tarif PPh 21 yang Efektif untuk Berbagai Jenis

Ada dua jenis tarif pemotongan Pajak Penghasilan Pasal 21, yaitu:

  • Tarif berdasarkan Pasal 17 ayat (1) huruf a Undang-Undang Pajak Penghasilan.
  • Tarif efektif pemotongan Pajak Penghasilan Pasal 21.

Tarif efektif pemotongan Pajak Penghasilan Pasal 21 sendiri terdiri dari dua bagian, yaitu:

  • Tarif efektif bulanan (TER bulanan).
  • Tarif efektif harian (TER harian).

Pajak TER bulanan kena pada penghasilan bruto yang diterima setiap bulan oleh Wajib Pajak orang pribadi yang memiliki status pegawai tetap. Sementara itu, pajak TER harian dikenakan pada penghasilan bruto yang diterima setiap hari, mingguan, satuan, atau borongan oleh Wajib Pajak orang pribadi yang memiliki status pegawai tidak tetap.

Biaya pemotongan Pajak Penghasilan Pasal 17

Ini adalah tarif PPh pasal 17 ayat (1) huruf a yang tertera dalam Undang-Undang Pajak Penghasilan.

Lapisan Penghasilan Kena PajakTarif Pajak
sampai dengan Rp60.000.000,00 (enam puluh juta rupiah)5% (lima persen)
di atas Rp60.000.000,00 (enam puluh juta rupiah) s.d. Rp250.000.000,00 (dua ratus lima puluh juta rupiah)15% (lima belas persen)
di atas Rp250.000.000,00 (dua ratus lima puluh juta rupiah) s.d. Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah)25% (dua puluh lima persen)
di atas Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah) s.d. Rp5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah)30% (tiga puluh persen)
di atas Rp5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah)35% (tiga puluh lima persen)

Tarif Efektif Bulanan

Tarif bulanan PPh 21 yang efektif terbagi menjadi tiga kategori, yaitu kategori A, B, dan C. Kategori ini berdasarkan pada Penghasilan Tidak Kena Pajak yang sesuai dengan status perkawinan dan jumlah tanggungan Wajib Pajak pada awal tahun pajak.

Tarif Bulanan yang Efektif untuk Kategori A (TER A)

Kategori A berguna untuk individu yang menerima penghasilan bruto bulanan dalam kondisi berikut:

  • Tidak menikah dan tidak memiliki tanggungan apapun (TK/0).
  • Tidak menikah dan memiliki satu tanggungan (TK/1).
  • Menikah dan tidak memiliki tanggungan (K/0).

Berikut adalah rincian biaya bulanan untuk kategori A.

PPh 21 Terbaru: Rincian Tarif Efektif Kategori A

Tarif Bulanan yang Efektif untuk Kategori B (TER B)

Kategori B berlaku untuk penghasilan bulanan bruto yang individu terima dengan status Penghasilan Tidak Kena Pajak dalam keadaan:

  • Tidak menikah dengan beban dua tanggungan (TK/2).
  • Tidak menikah dengan beban tiga tanggungan (TK/3).
  • Menikah dengan satu tanggungan (K/1).
  • Menikah dengan beban dua tanggungan (K/2).

Berikut ini adalah rincian tari efektif bulanan untuk kategori B.

PPh 21 Terbaru: Rincian Tarif Efektif Kategori B

Tarif Bulanan yang Efektif untuk Kategori C (TER C)

Kategori C berlaku untuk penghasilan bruto bulanan bagi individu yang telah menikah dengan tiga tanggungan dan memiliki status Penghasilan Tidak Kena Pajak.

Berikut ini adalah perincian tarif bulanan yang efektif untuk kategori C.

PPh 21 Terbaru: Rincian Tarif Efektif Kategori C

Tarif Harian yang Efektif

TER harian dikenakan pada total pendapatan bruto yang diterima setiap hari, mingguan, satuan, atau borongan oleh individu yang merupakan pegawai dengan status tidak tetap.

Berikut adalah rincian tarif efektif harian.

Penghasilan Bruto HarianTER Harian
<= Rp450ribu0% x Ph Bruto Harian
> Rp450ribu – Rp2,5 juta0,5% x Ph Bruto Harian

Contoh Penghitungan Tarif Efektif PPh 21 Terbaru

Tuan Rolex adalah seorang karyawan di PT ABC yang menerima gaji bulanan sebesar Rp10.000.000,00. Selain itu, ia juga membayar iuran pensiun sebesar Rp100.000,00 setiap bulannya. Tuan Rolex sudah menikah dan tidak memiliki tanggungan (PTKP K/0).

Jawaban:

PPh 21 atas pendapatan Tuan Rolex selama periode pajak Januari hingga November 2024 akan terkena pemotongan dengan tarif kategori A sebesar 2% yang berlaku efektif.

Penghasilan Neto Sebulan

PPh 21 Terutang

Perhitungan Bulanan dengan Tarif Efektif

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *